R

amadhan dan Lebaran adalah salah satu waktu tersibuk di Indonesia. Seperti aktivitas liburan lainnya, Ramadan-Lebaran menciptakan lonjakan permintaan berbagai produk. 

Jam kerja menjadi lebih sedikit, lonjakan belanja, online dan offline, semuanya terjadi selama periode tersebut. 

Jika bisnis ingin memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin, maka stock produk harus cukup untuk memenuhi permintaan yang meningkat pada periode tersebut.

Tidak hanya itu, logistik akan menjadi tantangan tersendiri. Mengawasi logistik di bulan Ramadhan bisa menjadi tantangan besar – terutama jika berada di industri dengan permintaan yang tinggi.

Setiap tahun, supply chain di seluruh dunia berebut untuk mengikuti lonjakan ini (terutama yang berada pada negara mayoritas Muslim). Namun, pihak yang paling merasakan tekanan adalah manajer logistik.

Jika Anda seorang penyedia layanan logistik, manajer logistik, atau hanya ingin tahu tentang bagaimana perusahaan menangani logistik di bulan Ramadhan, artikel ini akan membahasnya secara lengkap.

Dalam artikel ini, kami akan memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana Ramadhan mempengaruhi belanja konsumen, implikasinya, dan beberapa praktik terbaik di bidang logistik.

Pengaruh Ramadhan Terhadap Perilaku Pembelian Konsumen

Ramadhan sangat erat dengan kebersamaan. Rata-rata orang akan lebih banyak bersosialisasi, bergabung dengan teman dan keluarga untuk berbuka puasa bersama.

The million-dollar question – bagaimana faktor sosial dan budaya tersebut memengaruhi konsumen?

Jawaban: Masyarakat berbelanja lebih banyak.

Sebagian besar konsumen lebih suka membeli dalam jumlah besar dan mengisi dapur mereka terlebih dahulu (baik sekali di awal atau secara berkala sepanjang bulan Ramadhan).

Terlebih lagi, mayoritas konsumen memulai belanja Ramadhan mereka jauh-jauh hari.

Belum lagi, belanja untuk persiapan Lebaran Idul Fitri.

Lonjakan belanja konsumen ini menawarkan peluang yang menguntungkan untuk memenuhi permintaan dan menumbuhkan loyalitas pelanggan.

Namun, tanpa perencanaan, dan komunikasi yang tepat, bisnis berisiko kehilangan pelanggan karena kompetitor Anda.

Tips Bagi Manajer Logistik

Mempertimbangkan data historis, dan apa yang diperlukan, sebagai seorang manajer, Anda memerlukan game-plan yang baik untuk menjalankan logistik yang lancar di bulan Ramadan.

Dengan menerapkan best-practices, pada waktu yang tepat, you’re golden.

Ini yang harus dilakukan, secara berurutan:

1. Lakukan Forecasting

Pertama dan terpenting, Anda perlu menghitung demand untuk produk atau bahan baku best-seller Anda seakurat mungkin.

Ini, akan membantu Anda memperkirakan kebutuhan untuk:

  • Inventory
  • Tenaga kerja
  • Pengiriman

Melihat data tahun-tahun sebelumnya bisa menjadi titik awal yang bagus.

Selain itu, masukkan variabel eksternal yang mungkin mempengaruhi demand, seperti perubahan preferensi, harga, dll.

Terlebih lagi, dan ini sangat penting, Anda harus tetap mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh departemen marketing di perusahaan Anda (atau perusahaan partner Anda).

Secara keseluruhan, pertahankan kerja sama yang erat dengan tim marketing, dan pantau terus berbagai tren ekonomi, perilaku, serta faktor dalam segala hal yang mungkin memengaruhi plan Anda.

2. Pilih Strategi Inventory Planning

Bergantung pada resource yang ada saat ini, kapasitas gudang, dan permintaan yang diproyeksikan, ada dua rute yang dapat diambil untuk merencanakan inventory Anda di bulan Ramadan.

Faktanya, ini dapat diterapkan di hampir semua festival/musim ramai lainnya (seperti Natal):

a) Purchase Later

Pada strategi ini, lakukan stock up menjelang Ramadhan.

Tujuannya adalah menunggu selama mungkin sebelum stock up, tetapi tidak terlalu lama untuk menghindari kehabisan stok.

Secara alami, strategi ini sedikit berisiko. Namun, jika dijalankan dengan benar, ini dapat menghemat biaya pergudangan karena tidak memerlukan kapasitas tambahan untuk menyimpan barang Anda.

Namun, strategi ini mungkin mengharuskan Anda memiliki sumber daya tenaga kerja yang lebih tinggi dari biasanya untuk menangani inventory yang signifikan dalam jangka waktu yang agak singkat.

Umumnya, strategi ini aman jika perkiraan permintaan untuk produk yang dipertimbangkan tidak terlalu tinggi.

b) Beli Lebih Awal

Pilihan lainnya adalah strategi pembelian lebih awal, yang seperti namanya, melibatkan pembelian barang di muka (misalnya, beberapa bulan sebelum Ramadan).

Strategi ini kurang berisiko karena dapat membantu menghindari kehabisan stok. Bahkan jika Anda merasa inventory menipis lebih cepat dari yang Anda perkirakan sebelumnya, Anda memiliki cukup waktu untuk mengisi kembali stok Anda.

Selain itu, strategi ini membutuhkan lebih sedikit tenaga kerja daripada strategi sebelumnya, yang bagus untuk Ramadhan.

Satu-satunya downside – strategi ini membutuhkan kapasitas pergudangan tambahan.

Read: UPS: Perusahaan Logistik Terbesar di Dunia 2023

3. Memperhitungkan Keadaan Darurat/Keterlambatan Pengiriman

Apa pun strategi yang Anda pilih, Anda perlu memperhitungkan keterlambatan pengiriman saat merencanakan sesuatu.

Selalu ada risiko keterlambatan yang sangat besar.

Dan tentu saja, selama musim puncak seperti Ramadhan, penundaan sekecil apa pun bisa menjadi bencana bagi penjualan dan pendapatan.

Oleh karena itu, Anda perlu memiliki ruang gerak dalam rencana Anda – terutama jika Anda memilih strategi pembelian nanti untuk perencanaan inventaris.

Selain itu, keseluruhan proses manajemen logistik Anda harus sangat dinamis dan fleksibel. Ini memerlukan:

  • Menjalin komunikasi yang erat dengan partner
  • Melacak pesanan dan pengiriman secara real-time

4. Kirim Barang Jauh-Jauh Waktu

Meskipun bulan suci Ramadhan melihat jam kerja yang lebih pendek, aktivitas bisnis yang lebih rendah (dalam banyak kasus), selera belanja orang meningkat selama ini – oleh karena itu, perlu dipastikan bahwa sama sekali tidak ada kekurangan produk di market.

Jika Anda memilih pengiriman laut, LCL atau FCL, untuk mengirimkan barang Anda secara internasional ke negara-negara yang menjalani bulan suci Ramadhan, maka disarankan untuk merencanakannya jauh-jauh hari, agar barang Anda sampai ke negara tujuan jauh sebelum dimulainya Ramadhan. setidaknya seminggu sebelumnya.

Jika angkutan udara adalah pilihan Anda, jelas akan lebih cepat, tetapi tetap disarankan agar barang Anda sampai di tempat tujuan jauh-jauh hari.

Mengapa Dikirim Lebih Dulu?

Pastikan Inventory Cukup di Market: Seperti disebutkan sebelumnya, pengiriman jauh-jauh hari memastikan Anda memiliki cukup inventory di market dan tidak kehabisan stok selama penjualan puncak.

Aktivitas Bisnis Lebih Rendah: Banyak negara yang mengamati Ramadhan, jam kerja lebih sedikit selama bulan puasa, ini berarti, aktivitas bisnis menjadi lebih lambat. Ini termasuk beberapa perusahaan logistik, agen bea cukai dan perusahaan pelayaran yang bekerja dengan jam kerja lebih sedikit – oleh karena itu, pekerjaan menumpuk, tetapi jam kerja lebih sedikit – menyebabkan kelebihan beban dan penundaan.

Berkurangnya Kapasitas di Pelabuhan dan Persimpangan: Pada saat Ramadhan, kemungkinan besar terjadi kemacetan di pelabuhan karena berkurangnya aktivitas dan tidak tersedianya personel di pelabuhan. Selain itu, selama liburan Idul Fitri ada penerapan libur panjang 3 hingga 6 hari dan hampir semua kegiatan bisnis terhenti.

Tarif Pengiriman Bisa Lebih Tinggi: Semua orang ingin memanfaatkan ketersediaan produk selama Ramadhan, oleh karena itu permintaan ruang di jalur pelayaran, jalur udara, dan jalan raya meningkat, yang mengarah pada kenaikan tarif pengiriman sekitar bulan Ramadan

Demurrage, Kerusakan dan Keterlambatan – Karena jam kerja di kantor bea cukai berkurang, pemrosesan pengiriman Anda mungkin memakan waktu lebih lama dari yang diharapkan. Hal ini dapat menimbulkan biaya demurrage, kerusakan atau kehilangan barang, dan bahkan keterlambatan kiriman Anda.

Oleh karena itu, untuk memastikan kelancaran pelayaran dan memanfaatkan peluang besar, Anda harus memiliki manajemen logistik yang efektif selama Ramadhan.

Memiliki proses yang dinamis dan fleksibel tidak hanya akan membantu Anda mengatasi keterlambatan pengiriman, tetapi juga membekali Anda untuk menangani lonjakan permintaan yang tiba-tiba akibat inisiatif marketing.

Kesimpulan

Jika hendak mengirimkan barang-barang konsumen, bawa barang-barang tersebut ke tempat tujuan setidaknya dua minggu sebelum bulan suci dimulai.

Sebaliknya, jika Ramadhan tidak memberikan peluang luar biasa untuk bisnis Anda, terapkan aturan yang sama, tetapi buat pengiriman Anda cukup besar sehingga Anda tidak perlu mengirim lagi sebelum Bulan Suci dan liburan Idul Fitri berakhir.

Jika Anda memang perlu mengirim selama Ramadan, pertimbangkan untuk memesan angkutan udara atau laut dengan ABC Express. ABC Express adalah perusahaan pengiriman cargo yang mengoperasikan layanan reguler tanpa gangguan sepanjang Ramadhan, di seluruh dunia.

ABC Express membantu Anda para pelaku bisni  menghadapi tantangan dalam pengiriman selama Ramadhan! Segera konsultasikan dan serahkan pengiriman Anda disini!

Di posting pada 
Apr 14, 2023

Selanjutnya di 

Tips Logistik

Lihat semua

Join Our Newsletter and Get the Latest
Posts to Your Inbox

No spam ever. Read our Privacy Policy
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.